Wako Ismet : Keberagaman Budaya Merupakan Kekuatan

Wako Ismet : Keberagaman Budaya Merupakan Kekuatan

Walikota Ismet Amzis, SH., bersilaturrahmi dengan Ikatan Keluarga Multi Etnis Kota Bukittinggi, Rabu (6/5) malam. Bertempat di rumah ketua paguyuban, Dirajimin, pertemuan berlangsung akrab. Wako beserta kepala SKPD dan anggota paguyuban saling bertukan fikiran dan berbagi informasi.
Silaturrahmi Paguyuban MultietnisIsmet mengungkapkan kebaragaman etnis di Kota Bukittinggi merupakan suatu kekuatan untuk membangun Kota Bukittinggi lebih maju ke depannya. “Jangan jadikan perbedaan sebagai suatu alasan untuk perpecahan. Karena dengan keberagaman banyak referensi yang akan didapat. Terutama hal-hal postif yang menjadi keunggulan di masing-masing budaya”, terangnya.
Dikatakannya Pemko Bukittinggi dalam menyelenggarakan program dan kegiatan juga tidak pernah membeda-bedakan asal-usul seseorang. Tujuan Pemko serta suluruh aparatur adalah untuk melayani dan mensejahterahkan seluruh masyarakat Kota Jam Gadang. Ismet mengistilahkannya bahwa di Kota Bukittinggi tidak ada warga jawa, sunda, atau etnis lainnya. Yang ada hanya warga masyarakat Kota Bukittinggi asal Jawa atau asal daerah lainnya. Dan memiliki hak dan tanggung jawab yang sama.
Sementara Dirajimin mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Bukittinggi. Karena selama ini telah memberikan perhatian dan tidak pernah mebedakan antara warga asli dengan pendatang. “Kami berterima kasih kepada Bapak Walikota beserta jajaran yang telah memperhatiakan kami dan tidak pernah memeda-bedakan kami dengan warga asli dalam memberikan pelayanan dan program kesejahteraan”, terangnya.
Ia berharap perhatian ini terus berlanjut meskipun tampuk kekuasaan telah berganti. “Kami ikatan keluargam multietnis berharap di pemerintahan selanjutnya kami tetap medapatkan pelayanan dan perhatian yang sama seperti saat ini. Dan jumlah anggota perkumpulan ini semakin bertambah dan juga meberikan kontribusi positif bagi perkembangan kota,” harap Dirajimin.
Perkumpulan yang beranggotan 33 kepala keluarga ini telah berdiri sejak tiga tahhun yang lalu. Dan pada umumnya anggota paguyuban adalah para pedagang kecil. Menurut Dirajimin perkumpulan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturrahmi di antara anggota dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Sampai saat ini perkumpulan telah mempunyai aset sebesar Rp. 100 juta berupa uang tunai dan perlengkapan seperti tenda dan kursi. Dan telah membuka usaha simpan pinjam kepada anggota dengan pinjaman maksimal Rp 7.5 juta rupiah.
Pada kesempatan tersebut, Walikota Ismet Amzis juga memberikan bantuan berupa penanak nasi ukuran besar yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan perkumpulan jika mengadakan acara. Dan juga bisa dimanfaatkan anggota. (riri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *