Gerakan Menguras, Menutup tempat penampungan air dan Mengubur barang-barang bekas ( 3 M ) Plus cara-cara lain, tinggal pelaksanaan di lapangan oleh semua lapisan masyarakat. Kalau sosialisasi kepada masyarakat rasanya sudah cukup memadai yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan baik langsung maupun melalui Puskesmas, Puskeskel, Pustu dan para kader kesehatan lainnya.
Untuk itu Ibu-ibu anggota Dharmawanita juga berkewajiban menggerakkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dalam mengantisipasi berjangkitnya penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD ). Hal ini disampaikan Ketua Dharmawanita Persatuan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh Ny.Sri Renova Rismal Hadi pada pertemuan bulanan di Aula kantor Camat ABTB, Kamis (26/1).
Dia berharap melalui kepeloporan ibu-ibu Dharmawanita dilingkungan tempat tinggal masing-masing akan memotivasi masyarakat untuk senantiasa menyadari manfaat menjaga kesehatan lingkungan dan akan lebih baik lagi jika menjadi budaya oleh masyarakat.” Karena bagaimanapun pencegahan jauh lebih baik dari pada pengobatan”, ujar Sri Renova mengingatkan.
Dalam sosialisasi yang disampaikan Hj.Chairani dari Puskesmas Tigo Baleh dikatakan, pencegahan terhadap DBD lebih efektif dilakukan dengan 3 M Plus ketimbang melakukan penyemprotan yang hanya mematikan nyamuk dewasa, sementara jentiknya masih bertahan hidup. Apalagi vaksin untuk mencegah DBD ini sampai sekarang belum ditemukan oleh para ahli, sehingga satu-satunya upaya pencegahan adalah dengan memutus mata rantai siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti tersebut melalui 3 M plus.” Karena banyaknya tempat yang mempunyai resiko tinggi untuk penularan, maka pemberantasan jentik haruslah dilaksanakan oleh masyarakat secara menyeluruh, apalagi mengingat kemampuan jarak terbang nyamuk tersebut mencapai 100 meter. Jadi semua kita harus berperan dan berbuat”, kata Chairani.
Di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh yang mengayomi 8 Kelurahan selama tahun 2011 terdapat 16 kasus DBD dengan rincian di Kelurahan Belakang Balok, Aur Kuning, dan Pakan Labuah terdapat masing-masing 2 kasus. Kelurahan Birugo, Sapiran dan Ladang Cakiah masing-masing ada 3 kasus dan 1 kasus di Kelurahan Kubu Tanjung. Sementara di Kelurahan Parit Antang tidak ada kasus.”Untuk kedepan kondisi ini harus kita upayakan seminim mungkin, bahkan kalau bisa kita nol kan dan ini tentu membutuhkan partisipasi semua pihak baik Pemerintah maupun masyarakat”, tambah Chairani


