H. Ismet Amzis yang berhasil meraih suara terbanyak pada Pilkada 30 Juni lalu, dijadwalkan dilantik sebagai walikota Bukittinggi masa bakti 2010-2015 pada tanggal 13 Agustus depan. Dalam mendayung biduk pemerintahan di kota Jam Gadang ini lima tahun mendatang, Ismet didampingi Harma Zaldi sebagai wakil walikota.
Masa bakti kepemimpinan Ismet periode 2005-2010 akan berakhir 12 Agustus. Sesuai ketentuan dalam perundang-undangan, pelantikan kepala daerah yang baru hasil Pemilukada harus dilantik sehari kemudian, tepatnya tanggal 13 Agustus.
Jajaran Pemko Bukittiinggi dari dini telah mempersiapkan rangkaian dan proses acara pelantikan itu, setidaknya ditandai rapat seluruh SKPD. Rapat di balaikota, Kamis (8/7) dipimpin Sekda Drs. H. Khairul dan dihadiri seluruh pimpinan SKPD di jajaran Pemko.
Sebagaimana biasanya, pelantikan berlangsung dalam rapat paripurna istimewa DPRD Bukittinggi. Untuk acara pelantikan kali ini, tempatnya direncanakan di auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta (PPBH) Bukik Gulai bancah. Rapat paripurna deWan waktu itu nantinya akan dibuka langsung ketua DPRD Rahmat Aris.
“Acara pelantikan akan kita selenggarakan secara sederhana, tapi tetap mengedepankan prosesi keprotokoleran. Apalagi, pada hari itu nantinya adalah bulan puasa, tentu kita sesuaikan dengan kondisi yang bernuansa religi,” kata Sekda Drs. H. Khairul di sela-sela rapat tersebut.
Acra pelantikan pada hari Jumat. Karena waktunya singkat, prosesi acara dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB. Gubernur Sumbar atas nama Mendagri akan melantik secara resmi Ismet dan Harma Zaldi. Kemudian dilanjutkan penyerahan memori dari pejabat lama kepada pejabat baru.
Khairul menambahkan, pada alek pelantikan tersebut akan hadir Muspida dan jajaran Pemprov Sumbar, Muspida dan jajaran pemerintahan di kota Bukittinggi, tokoh masyarakat, partai politik, LSM, bundo kanduang dan generasi muda. Tidak ketinggalan duduk pada bangku undangan para mantan walikota dan manTan wakil walikota serta mantan ketua DPRD Bukittinggi.
Karena momennya di bulan suci Ramadhan, sore hari yang sama dilangsungkan tausiyah (pengajian agama) di rumah dinas walikota Belakang Balok. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan berkah dari Allah SWT, tausiyah tersebut menurut Khairul tiada Lain dimaksudkan untuk merajut kembali ikatan batin dan rasa kebersamaan seluruh elemen masyarakat Bukittinggi pasca Pemilukada. “Biduak lalu kiambang batauik, inilah yang kita harapkan dari kegiatan ini, semuanya bersatu kembali, membangun Bukittinggi bersama kepemimpinan yang baru,” ia menambahkan.
Usai tausiyah, walikota dan wakil bersama gubernur dan Muspida berbuka puasa bersama di rumah dinas. Khairul berharap seluruh unsure kepantiaan dapat melaksanakan tugas dengan baik sejak dari dini, sehingga acara pelantikan yang hanya berlangsung sekali lima tahun itu terselenggara dengan sukses dan mengesankan.

Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi dan seluruh jajarannya bekerja keras meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit filariasis (Kaki Gajah). Kaki gajah adalah penyakit yang sulit disembuhkan dan dapat menyebabkan cacat seumur hidup. Selain itu penyakit ini dapat menular dengan mudah pada situasi tertentu.
Kewaspadaan akan filariasis ini disosialisasikan melalui dialog Selamat Pagi Walikota di radio Elsi FM pada Selasa (06/07). Dialog ini dipandu langsung oleh Sekretaris Daerah Drs. H. Khairul bersama Sekretaris Dinas Kesehatan Yuniati , dr. Dwinanda Emira dari Puskesmas Kec. MKS, drg. Meilinda K. dari puskesmas Kec. ABTB, dan dr. Fitriani dari Kec. Guguk Panjang.
“Filariasis disebabkan oleh 23 jenis nyamuk. Tidak seperti nyamuk penyebab DBD yang tidak bisa hidup di air kotor dan hawa dingin, nyamuk penyebab filariasis (anopheles, culex, mansonia, aedes, armigeres) dapat hidup di mana saja dan di segala musim. Inilah alasan pertama untuk waspada terhadap filariasis” jelas Dr. Sofia Anggraini dari DKK.
dr. Fitriani menambahkan, gejala awal kaki gajah adalah demam panas yang bisa sembuh bila beristirahat namun akan kembali lagi. Ini bisa menandakan bahwa nyamuk telah menggigit penderita. Kemudian larva akan berkembang menjadi cacing sekitar 3 sampai 12 bulan di dalam tubuh. Dalam rentang 5 sampai 10 tahun barulah muncul gejala yang spesifik seperti pembengkakan dan rasa nyeri di daerah lipatan (paha, ketiak,dll). Pada stadium ke-2 akan tampak pembengkakan pada kaki. “gejalanya memang panjang, lamban, dan hampir ‘tidak terasa’. Jadi perlu diwaspadai”. Ujar Fitriani.
Yuniarti menyebutkan Bukittinggi telah dikategorikan daerah endemi filariasis oleh WHO dengan angka penderita 1,49%. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2007 ada 7 kasus di Garegeh, 3 orang di Birugo, dan 2 orang di Guguak Bulek. Sedangkan tahun 2008 dan 2010 tidak ada kasus. WHO mengarahkan bahwa penderita kaki gajah harus mendapatkan pengobatan selama 5 tahun. Kini DKK sedang menjalankan program Survey kedisiplinan dalam meminum obat di antara penderita kaki gajah. “Yang perlu diwaspadai adalah, kalau penderita tidak disiplin minum obat ia bisa sangat mudah menularkan penyakit ini ke orang lain,” ujar dr. Fitriani.
Sekda Khairul menghimbau agar masyarakat mulai memperhatikan kembali tindakan 3 M untuk mengantisipasi epidemi kaki gajah ini. “Perhatikanlah lagi Rumah Sehat, jangan buang sampah yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan bantu DKK untuk mensosialisasikan hal ini kepada seluruh kerabat dan tetangga.” Ujar Khairul.
Zamzami, dari DKK lebih lanjut menjelaskan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah epidemi kaki gajah. Diantaranya, dengan membersihkan rumah dan halaman, menghindarkan menggantung kain di rumah, menggunakan obat anti nyamuk, dan menanam tanaman seperti serai, daun ruku-ruku dan tanaman berbau lainnya yang dapat mengusir nyamuk
teknologi informasi (TI)
Jul 6
Perkembangan teknologi informasi (TI) yang cukup pesat dewasa ini juga menuntut sumber daya manusia yang juga handal untuk memahaminya. Kebutuhan akan SDM yang handal dan mampu mengaplikasikan teknologi informasi guna memudahkan pekerjaan manusia menjadi suatu hal yang harus difikirkan oleh setiap instansi yang memanfaatkan TI tersebut. Begitu juga dengan instansi pemerintahan.
Setidaknya hal itulah yang melatarbelakangi Dinas Perhubungan, Kominikasi dan Informatika Kota Bukittinggi menggelar Bimbingan Teknis Komputerisasi dan Jaringan. Seperti diungkapkan Kabid Komunikasi dan Informatika, Watti Dewita S.Kom. di ruangkerjanya, Selasa (6/7).
“Kita tidak bisa lagi menghindar dari teknologi informasi, termasuk komputer. Semua hal terutama yang berhubungan dengan administrasi, saat ini telah memanfaatkan sistem komputerisasi. Jadi sudah kewajiban kita untuk menyiapkan SDM yang menguasasi komputer, baik perangkat lunak maupun perangkat keras”, jelasnya.
Pada tahun 2010 ini, Dishubkominfo berencana akan melaksanakan enam kali bimbingan teknis. Masing-masing angkatan akan diikuti oleh 10 peserta, yang merupakan untusan dari masing-masing SKPD. Peserta akan dibekali keahlian di bidang komputerisasi dan jaringan, baik itu yang berhubungan dengan perangkat lunak, perangkat keras dan jaringan komputer itu sendiri.
“Kita berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat menjadi staf yang mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang berhubungan dengan computer di SKPD nya masing-masing”, harap Watti.
Untuk fasilitas pelatihan, tambah Watti, Dishubkominfo telah memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai. Baik itu alat peraga berupa computer maupun dari segi instruktur. Dalam satu angkatan, Bintek akan digelar selama 10 hari dengan 30 jam pelajaran. “Pelatihan berikutnya segera akan kita laksanakan tanggal 12 juli mendatang” pungkasnya
Pemko Bukittinggi menghibahkan dana sebesar Rp.75 juta untuk pemugaran Mesjid Jami’ Aur Kuning. Dana diserahkan langsung Walikota, H.Ismet Amzis S.H., saat peletakan tonggak pertama pemugaran kembali mesjid yang telah berumur tidak kurang 1,5 abad ini, Senin (5/7).
Menurut Ketua Pelaksana Pembangunan Mesjid, H.Syahrul Dt. Dikoto, mesjid jami’ ini rencananya akan dibangun di tanah seluas satu hektare dan membutuhkan dana sekitar Rp.15 Miliar.
Ada tiga alasan yang mendasari pemugaran mesjid Jami’ Aur kuning ini, ulas Syahrul. Diantaranya, sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, kondisi mesjid yang dianggap sudah tidak kondusif karena terletak di ruas jalan yang sibuk dengan aktifitas lalu lintas, serta dampak dari perkembangan kota . Terutama sejak aur kuning menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar di Sumbar, sehingga perkembangan penduduk juga turut meningkat.
“Beranjak dari alasan itulah masyarakat aur kuning sepakat dan telah memiliki tekad yang kuat untuk memugar secara penuh mesjid yang merupakan salah satu dari delapan mesjid jami’ yang ada di Kurai Limo Jorong ini,” jelasnya.
Tentang biaya pemugaran mesjid yang mencapai angka Rp. 15 Miliar, menurut Syahrul, akan diusahakan secara bergotong royong. Baik berasal dari zakat atau wakaf warga aur kuning dan warga Bukittinggi secara umum, maupun bantuan dari Pemda kota dan provinsi serta sumbangan dari instansi lain seperti kedutaan Arab Saudi yang akan diusahakan oleh panitia.
“Kita tetap optimis bahwa pelaksanaan pembangunan mesjid ini tidak akan membutuhkan waktu lama,” kata Syharul yang juga anggota DPRD Bukittinggi. Pada hari itu saja berhasil dikumpulkan dana sebesar Rp.107.555.000..
Salah seorang pemuka masyarakat setempat, H. M. S. Dt. Tan Kabasaran,83, memaparkan tidak ada yang tahu pasti tentang kapan mesjid ini dibangun. Namun sejauh yang dia ketahui mesjid yang terletak di Jalan M.Yamin ini telah tiga kali dipugar secara besar. Yaitu tahun 1940, 1963 dan terakhir tahun 1980 atas bantuan dana dari Pemerintahan Arab Saudi.
Sementara Wako Ismet pada kesempatan tersebut mengharapkan agar semangat untuk merenovasi kembali Mesjid Jami’ ini akan sama dengan semangat untuk meramaikan mesjid ini nantinya. “Jadikan lah mesjid sebagai pusat ibadah dan pusat berbagai aktifitas social kemasyarakatan,” ajak Ismet.
Bantuan yang diberikan oleh Pemko ini, tambah Ismet, merupakan bantuan tahap pertama. “Insyaalah kita akan mengusahakan lagi dana bantuan pemugaran Mesjid Jami’ Aur Kuning di perubahan anggaran nantinya,” kata Ismet. Ia juga menghimbau partisipasi seluruh masyarakat Kota Jam Gadang ini untuk membantu kelancaran pembangunan kembali Mesjid Jami’ Aur Kuning.
Sekaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru ( PDDB) tahun pelajaran 2010/2011 yang akan dilaksanakan secara serentak 21 Juni mendatang, Plt walikota Drs. H. Khairul minta kepada seluruh kepala sekolah mulai dari tingkat SD hingga SLTA agar memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.
“Berikan layanan dan informasi sejelas-jelasnya menyangkut penerimaan siswa baru, bila perlu pajangkan dengan tulisan cukup besar di setiap sekolah”, tegas Khairul.
Dalam keterangan di balaikota, Senin (14/6), walikota juga mengingatkan agar tidak ada pungutan yang memberatkan orang tua murid. Jangan terjadi seorang anak tidak bersekolah karena ketiadaan biaya. Bila ada pungutan melalui komite sekolah juga harus melalui rapat dan musyawarah mufakat dengan orang tua murid. Biaya yang dipungut melalui komite sekoah hanya digunakan untuk meningkatkan kualiatas proses belajar mengajar, pokoknya yang bersentuhan dengan keperluan siswa untuk meningkatkan mutu pembelajaran , tidak untuk pembangunan pisik. Pembangunan pisik telah disediakan melalui DAK, APBD dan APBN.
Pihak sekolah juga diharapkan melakukan subsidi silang dalam penyelanggaraan pendidikan di sekolah. Oleh sebab itu, pihak sekolah dalam memungut iyuran sebaiknya beradasarkan kemampuan keuangan orang tua murid. Orang tua yang mampu memberikan kontribusi lebih dan yang kurang mampu alias miskin digratiskan.
Imbauan dengan nadaa sama juga disampaikan Kepala Disdikpora Ellia Makmur. Ia minta kepada seluruh kepala sekolah untuk mematuhi Prosedur Opreasional Standar ( POS) PDDB 2010 yang telah diedarkan kepada setiap sekolah. Ia mengajak seluruh jajaran pendidikan di kota ini agar memberikan informasi yang akurat dalam penerimaan siswa baru. Berikan layanan yang cepat, akurat dan menyenangkan. Jangan biarkan siswa yang mendaftar berdesak-desakan, akhirnya dapat merusak taman-taman sekolah.
Penerimaan untuk tingkat SMA dipusatkan di SMA Negeri 4 Jalan Panorama Baru. Loket pendaftaran dibuka mulai jam 8 – 13.00 WIB. Untuk tingkat SMP dibagi dua pintu atau rayon. Rayon pertama, pendaftaran di SMP 4 ( untuk SMP 1, SMP 3, dan SMP 5). Rayon dua tempat pendaftaran di SMP 2 jalan Pendidkan Tarok. SMP yang tergabung di dalamnya SMP 6, SMP 7 dan SMP 8. Sedangkan tingkat TK dan SD mendaftar di tempat sekolah masing –masing
Mari kita berusaha maksimal membangun peradaban Pemerintah yang bersih dan Pemerintah yang baik. Hal ini bukannya hanya slogan, tetapi harus diujudkan dengan tindakan nyata. Oleh sebab itu, mulai dari walikota, Sekda, Pimpinan SKPD, bendahara dan seluruh aparat harus punya komitmen yang kuat merealisasikan tekad itu. Tekad itu tetap akan menjadi khayalan dan impian kalau tidak diikuti langkah-langkah strategis. Pimpinan SKPD harus bertanggungjawab dalam hal ini. Seorang pimpinan secara kontinu terus menerus melakukan pembinaan terhadap staf. Tidak salah seorang manajer itu “nyinyir” mengingatkan bawahannya agar tetap bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.
Hal itu mengemuka dalam rapat evaluasi tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah Kota Bukittinggi tahun 2009 di Balai Kota Bukik Gulai Bancah Senin. (14/06). Rapat yang dipimpin Asisten I Yasmen itu, dihadiri oleh Plt Walikota Khairul, Inspektur Hery Rusli, Pimpinan SKPD, Camat dan Lurah se Kota Bukittinggi.
Lebih jauh Khairul menjelaskan Pemko Bukittinggi telah menerima hasil pemeriksaan Laporan Keuangan oleh BPK Perwakilan Sumbar beberapa waktu lalu. “Kita masih mendapat predikat seperti tahun lalu yaitu Wajar Dengan Pengeculaian (WDP). Artinya, kita belum naik kelas. Adapun penyebab utama kita belum memperoleh Wajar Tanpa Pengeculian ( WTP) adalah masalah pengelolaan aset. Ada beberapa SKPD yang asetnya kurang diyakini auditor. Adanya ketidakcocokan laporan dengan kondisi yang ada. Oleh karena itu, Khairul minta pimpinan SKPD agar tepat waktu dalam memberikan laporan keuangan disertai dengan loparan aset. Dalam masalah aset ia mengingatkan setelah pengadaan,harus diikuti dengan pencatatan dan pemanfaatan aset secara jelas.
Jika ada mutasi pimpinan SKPD dilarang membawa aset seperti kenderaan ke tempatnya yang baru.Kita semua harus taat asas dengan aturan. Aturan harus dipelajari dan dipahami secara benar.
Di akhir keterangannya Khairul menngingatkan ada 26 temuan BPK yang harus ditindaklanjuti. “Kita beri waktu satu bulan untuk mengambil langkah-langkah menindaklanjuti hasil temuan ini”, tambahnya. Bila ada SKPD yang bandel, tidak menggubris hasil temuan BPK ini, pasti kita beri ganjaran yang tegas.
Setiap temuan BPK sekecil apapun, harus jadi perhatian. Tindaklanjuti sampai tuntas. Bila SKPD menemui masalah dan memerlukan konsultasi, pihak BPK siap untuk membantu. Oleh sebab itu, yang perlu dibangun itu adalah komitmen yang kuat untuk berbuat yang terbaik dan bekerja sesuai aturan dalam penyelenggaran pemerintahan. Dengan usaha-usaha dan tekad kita yang sungguh-sungguh, mudah-mudahan tahun 2011 kita dapat meraih Wajar Tanpa pengecualian ( WTP)
Sebanyak 40 pegawai di lingkungan Pemko Bukittinggi mengikuti workshop Analisis Jabatan dan Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan mulai 14-19 Juni di Parai View Hotel Bukittinggi. Pelatihan selama enam hari ini bertujuan untuk menciptakan aparatur pemerintah yang mumpuni dan kompeten selaku tenaga analisis profesional.
“Dengan tenaga analisis yang terdidik, terlatih, dan profesional, kami harapkan penataan organisasi, kepegawaian, dan ketatalaksanaan di masa datang dapat berdasarkan informasi jabatan yang lebih akurat dan reliabel,” kata Yasman, Kabid Diklat BKD, selaku panitia acara.
Yasman menjelaskan 40 PNS itu terdiri dari sembilan laki-laki, dan selebihnya kaum wanita. Mereka diajar oleh para pengajar dan narasumber dari Direktorat Standarisasi dan Kompetensi Jabatan Badan Kepegawaian Negara.
“Bahan ajar mencakup antara lain materi dasar analisis jabatan, korelasi jabatan, tanggung jawab, dan wewenang, praktek kerja hingga teknik validasi kompetensi jabatan,” terang Yasman.
Ditambahkan oleh dia, dana pelatihan ini sepenuhnya berasal dari APBD Kota Bukittinggi pada pos diklat khusus Badan Kepegawaian Daerah tahun anggaran 2010.
Workshop ini dibuka resmi oleh Asisten III Melvi Abra. Pembukaan pelatihan ini juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan satuan perangkat kerja daerah
Tahun ini prestasi cukup membanggakan diraih atlet-atlet pelajar Kota Bukittinggi. Dalam lima kejuaraan yang diikuti di tingkat provinsi yakni kejuaraan Popcada (SOIna), PK-PLK, O2SN SD, O2SN SMA serta POPDA, anak-anak kota sanjai total berhasil meraih 13 emas, 6 perak, dan 11 perunggu.
Demikian disampaikan Drs. Ahmad Saimi, M.Pd, Kabid Pemuda dan Olahraga Kota Bukittinggi, dalam keterangan tertulisnya Senin (14/6) siang.
Rinciannya, kejuaraan Popcada (SOIna), pelajar Bukittinggi merebut lima emas lewat cabang lari 50 meter dan 100 meter putri atas nama Yolada Ramadhana, serta Yogi Caresa Acosta pada cabang renang 50 meter gaya dada dan 100 meter gaya bebas, dan Noni Marlena di cabang bulutangkis putri.
Pada event PK-PLK provinsi, Annisa Khaira Amara menyumbang emas pada pidato bahasa Inggris. Dua emas lain disumbangkan Yolanda Ramadhana dan Debby masing-masing melalui lari 100 meter putrid dan modeling.
Sedangkan Fauzi Fanila menyumbang tiga emas melalui cabang renang yang diikutinya pada Olimpiade Olahraga SD. Pelajar kelas IV SDN 3 Pulai Anak Air ini berhasil menjadi kampiun pada gaya 100 meter gaya bebas, 50 meter gaya kupu-kupu serta 100 meter gaya kupu-kupu.
Pada turnamen POPDA, dua emas disumbang melalui silat kelas H atas nama Afdil Primadasa dan kelas I atas nama Fahmi Rubbiansyah.
Adapun enam medali perak diraih dalam kejuaraan POPCADA (SOIna) atas nama Raymon Mayvinda (lari 200 meter dan 400 meter putra), Fitri Risdianti (tenis meja putri), serta Hendri Hogia (catur), Hazman (cipta lomba baca puisi), dan Dila Rahmi (tari tradisional). Tiga yang terakhir itu mengukir nama lewat kejuaraan PK-PLK.
Sementara perunggu diraih Oce Mauliya (bouce putrid) pada kejuaraan POPCADA (SOIna), Afifah Altyanita, Geniko Tio Saputra, Rahmad Hidayat, dan Haris Hardinal, keempatnya mengukir nama di event PK-PLK, Fauzi Fanila lewat cabang renang 50 meter gaya bebas. Tiga perunggu lain disumbangkan Tria Yulenda (karate), Febrizal (tennis meja), dan Rekha Yogatama pada kejuaraan Olimpiade Olahraga SMA. Dua perunggu terakhir disumbang pesilat Ade Saputra dan M. Afdhal M, masing-masing pada kelas D dan F, di kejuaraan POPDA beberapa waktu lalu
Lima pasangan calon walikota dan wakil walikota Bukittinggi beserta para pendukungnya diharapkan memahami benar arti kata Pemilukada Badunsanak. Karena itu, siapapun yang menang pada 30 Juni mendatang, itu merupakan kemenangan semua dan pemenangnya haruslah didukung oleh sekalian pihak.
Demikian mengemuka dalam dialog Selamat Pagi Walikota yang disiarkan secara langsung oleh Radio Elsi FM, Selasa (15/6) pagi. Dialog bertajuk Pemilu Badunsanak di Kota Bukittinggi ini menghadirkan narasumber Ketua KPUD Edi Haskar, Ketua Panwaslu Sri Evawani, Kepala Dinas Dukcapil Asmah Hadi, Camat MKS Johnni, Camat ABTB Anton Samawil, dan Kabag Humas Almudjafri Surau.
“Badunsanak itu artinya keluarga,” kata Edi Haskar. “Jadi apapun hasil Pemilukada pada 30 Juni nanti, itu hasil kita bersama,” ia menambahkan. Ketua KPUD lalu mengajak semua pihak yang akan bertarung berikut para pendukung untuk menghindari bentuk-bentuk perselisihan dan hal-hal lain yang dapat menghancurkan demokrasi di kota ini.
“Naikkan layangan kita setinggi-tingginya, tapi jangan putuskan tali layangan orang,” ujar dia mengibaratkan.
Di sisi lain, Sri Evawani mengatakan pihaknya siap menerima laporan pelanggaran yang mungkin dilakukan para kandidat yang akan bertarung. Ia mempersilahkan para pelapor untuk datang langsung ke Kantor Panwasda, Jl. Yos Sudarso No. 13 atau menghubungi nomor 21682.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa berdasarkan data Panwasda, laporan yang diterima pihaknya banyak laporan yang masuk ternyata berkaitan dengan tim sukses yang bertarung. “Belum ada laporan murni yang datang dari masyarakat,” bebernya. Wanita ini menjamin bahwa pihaknya sesuai ketentuan undang-undang, akan melindungi rahasia si pelapor.
Sri pun kembali mengingatkan agar tim sukses yang bertarung selalu mematuhi aturan yang berlaku terkait pemasangan spanduk dan umbul-umbul kampanye. Berdasarkan pantauan pihaknya, masih ada spanduk dan poster kandidat yang dipasang di tempat terlarang seperti di pohon-pohon, tiang listrik, rumah ibadah dan rumah sakit serta jalan protokol. “Padahal sudah ada kesepakatan sebelumnya. Kan kasihan ka pada dunsanak kita yang tidak melanggar,” imbuh dia lagi.
Edi Haskar menjelaskan saat ini tahapan Pemilukada memasuki masa kampanye yang dimulai 13 hingga 26 Juni mendatang. Ia juga memastikan akan ada debat antarlima kandidat yang bertarung. Ditambahkan oleh dia, ada 70.350 pemilih yang terdaftar dalam Pemilukada kali ini. Untuk itu pihaknya telah menyiapkan 176 TPS yang tersebar di 24 kelurahan di tiga kecamatan.
Pemko Bukittinggi meresmikan gedung Laboratorium Lingkungan Hidup, Jl. Mhd. Hadjrab Talao, Mandiangin Koto Selayan, Kamis (10/6) siang. Peresmian gedung ini sekaligus dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh diperingati pada 5 Juni lalu. Gedung yang dibangun bertahap mulai 2007-2009 ini menelan biaya sekitar Rp 3,2 miliar lebih. Biaya tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dan APBD Kota. Selain dilengkapi ruang administrasi dan ruang rapat, laboratorium itu juga dilengkapi ruang gas, ruang IPAL atau instalasi pengolahan air limbah, ruang analisa serta sampel.
Dalam pidatonya, Walikota H. Ismet Amzis, SH mengingatkan semua pihak akan bahaya pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim. “Beberapa bulan ini kita rasakan Bukittinggi hawa tidak lagi sejuk,” kata Ismet. Bila perubahan iklim global ini tidak diantisipasi secara serius, dikuatirkan akan dapat menurunkan kualitas dan harapan kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain.
Dari segi perundang-undangan, pemerintah juga telah jauh-jauh hari mengantisipasi penyelenggaraan pembangunan dengan berasaskan lingkungan hidup. “Pembangunan itu harus dikelola dengan prinsip melestarikan fungsi lingkungan yang seimbang, selaras, dan serasi untuk menunjang pembangunan yang berkelanjutan, yang berwawasan lingkungan itu, bagi peningkatan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan masa datang,” terang Wako.
Walikota menambahkan pihaknya sangat komit dengan lingkungan hidup ini, seperti terlihat dengan dibangunnya sarana dan prasarana Laboratorium Lingkungan Hidup ini, yang diharapkan bisa beroperasi sepenuhnya pada tahun depan.
“Beberapa kebijakan yang kita lakukan, meningkatkan kelembagaan yang mengurus lingkungan hidup ini. Semula sub bagian pada bagian Perekonomian, menjadi SKPD tersendiri yakni Kantor Lingkungan Hidup,” jelas Walikota lagi. Di samping itu, pihaknya juga mengangkat empat CPNS berlatar belakang pendidikan lingkungan hidup dan melakukan mutasi terhadap beberapa pegawai berlatar pendidikan tersebut.
Ismet berharap dengan diresmikannya gedung ini, kualitas lingkungan hidup di Kota Bukittinggi semakin meningkat. Peresmian gedung ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Aisyah Ismet Amzis. Selanjutnya Ismet beserta Ketua DPRD Rahmat Haris serta unsur Muspida lainnya, secara simbolis melakukan penanaman pohon untuk kampanye lingkungan hidup.
Pada kesempatan kali ini, panitia peresmian juga mengumumkan pemenang lomba kebersihan dan kesehatan sekolah dasar per kecamatan se-Kota Bukittinggi. Untuk Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, terpilih juara satu SDN 09 Belakang Balok, diikuti SDN 11 Aur Kuning, dan menyusul SDN 08 Kubu Tanjung selaku juara ketiga. Sedangkan Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, juara satu kebersihan hingga ketiga berturut-turut diraih SDN 04 Garegeh, SDN 10 Puhun Pintu Kabun, dan SDN 15 Pulai Anak Aie. Sementara Kecamatan Guguk Panjang, juara terbersih diraih SDN 06 ATTS, disusul peringkat kedua SDN 11 Bukik Apit Puhun dan terakhir SDN 08 Tarok Dipo. Pemenang ini berdasarkan hasil rapat pembahasan penilaian lomba kebersihan dan kesehatan sekolah dasar per kecamatan yang dilaksanakan pada 21 April silam.
