CITILINK TEMUI LESSOR JEPANG UNTUK PENGADAAN PESAWAT BARU

Jakarta, 22 April 2015 – Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink selama 15-18 April 2015 mengadakan serangkaian pertemuan dengan sejumlah lessor (perusahaan pembiayaan) Jepang untuk negosiasi pengadaan pesawat-pesawat baru demi memperkuat armada Citilink sebagai bagian dari ekspansi bisnis dua tahun ke depan.

President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta, Rabu, mengatakan, kunjungan ke Jepang merupakan penjajakan yang masih bersifat tukar pikiran. Namun berhasil mencapai kesepakatan untuk membantu pengembangan ekspansi bisnis Citilink.

“Para lessor Jepang setuju untuk membantu Citilink dalam hal leasing pesawat-pesawat baru tanpa memerlukan prosedur yang terlalu rumit, dengan terms yang baik, namun tetap bisa memenuhi standar bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak,” lanjut Albert.

Albert bersama Direktur Keuangan Citilink Indonesia Mega Satria mengadakan pertemuan maraton selama tiga hari dengan pimpinan Mitsui Co., Togin Leasing Co., SMBC Leasing Co., Chishima Co., dan sejumlah bankir utama Jepang lainnya.

Para lessor setuju memberikan persyaratan yang tidak terlalu memberatkan pihak Citilink untuk menambah jumlah pesawat jenis Airbus A320 yang memang menjadi pilihan utama Citilink. Sebagai LCC, Citilink menetapkan kebijakan satu tipe pesawat agar memudahkan dalam hal pemeliharaan dan perawatan armadanya.

Albert mengatakan, kesepakatan yang telah dipahami kedua belah pihak akan dilanjutkan dengan pertemuan lebih serius dalam hal teknis dan juga finansial dalam beberapa waktu yang tak lama lagi. Sejumlah dokumen tetap harus dipenuhi Citilink agar bisa mendapat prioritas dari pihak lessor Jepang.

Bagikan kisah sukses
Selama berada di Negeri Matahari Terbit, Presiden & CEO Citilink pun mengikuti forum internasional 4th Annual Japan Airfinance Conference untuk berbagi kisah sukses Citilink di hadapan sekitar 100 pimpinan maskapai berbiaya murah se-Asia, perusahaan pembiayaan pesawat, dan perbankan Jepang. Albert diundang untuk sharing knowledge karena banyaknya LCC di Jepang yang tidak berhasil.

Pada kesempatan itu Albert menjelaskan strategi yang digunakan Citilink untuk bisa menguasai pasar penerbangan domestik, di antaranya pengadaan pesawat baru, pengembangan rute-rute baru, peningkatan frekuensi di rute-rute existing, saluran distribusi yang sesuai dengan karakteristik pasar, serta sejumlah regulasi penting lainnya di bidang penerbangan dan pariwisata seperti safety, juga kebijakan bebas visa yang dikeluarkan oleh suatu negara di samping efisiensi oleh manajemen maskapai itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *