Live Streaming / Klik disini untuk play di Winamp player
Get the Flash Player to hear this stream.

Wawako Lepas Kafilah MTQ Bukittinggi

Bukittinggi—Kota Bukittinggi menurunkan sebanyak 48 kafilah pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Sumbar tahun 2013 di Pasaman Barat (Pasbar). Rombongan kotawisata yang secara keseluruhan berjumlah 83 orang termasuk ofosisial, pelatih dan panitia, dilepas secara resmi oleh Wakil Walikota H. Harma Zaldi, Selasa malam (26/11) pada acara di aula MAN I/Model Gulai Bancah.

Para kafilah malam itu diinapkan di Mess MAN I/Model. Usai acara malam tersebut, esoknya Rabu pagi (27/11) Wawako Harma Zaldi melepas keberangkatan langsung para kafilah menuju Simpang Ampek, Pasbar. Pada acara melepas kendaraan para kafilah pagi itu, Harma Zaldi didampingi Asisten II, H. Ismail Johar.

Dalam bagian sambutannya Harma Zaldi minta para kafilah senantiasa menjaga kekompakan dan kebersamaan, sehingga dapat dibangun komitmen dan tekad untuk meraih hasil terbaik. Tekad utama Pemko pada MTQ tahun ini, diakui Harma, bagaimana memperbaiki peringkat, sehingga Bukittinggi kembali dapat unjuk kebolehan pada kegiatan keagamaan level provinsi itu.
Sambil berkelakar Harma menyebutkan bahwa menjadi juara bukanlah tuntutan utama, tapi bagaimana dari ajang MTQ Sumbar itu Bukittinggi nantinya bisa ikut MTQ tingkat nasional. “Artinya, kita bisa menjadi yang terbaik pada MTQ Sumbar tahun ini jika dilakukan sungguh-sungguh, tekad yang kuat serta nawaitu yang ikhlas,” tegas wawako menambahkan. Ia berharap, kori dan koriah Bukittinggi menjadikan tekad untuk memberikan yang terbaik itu.
Sementara, Ketua Pelaksana Kafilah Bukittinggi yang juga Kabag Kesra Setda, Drs. Iskandar, M.Pd dalam keterangannya mengemukakan kafilah Bukittinggi mengikuti sembilan dari sepuluh cabang yang diperlombakan pada MTQ ke-35 Sumbar tahun ini. Menulis kandungan Al Quran, satu-satunya yang tidak diikuti dari sepuluh cabang yang diperlombakan pada MTQ di Pasbar 27 Nopember-1 Desember.

Sepuluh cabang yang diperlombakan meliputi 21 golongan. “Dari 21 golongan itu, Bukittinggi hanya mengikuti 19, tiga golongan yang tak diikuti masing-masing tilawah tunanetra, hifzil Quran 30 juz dan tafsir Quran Bahasa Arab,” jelas mantan Sekretaris Disdikpora itu.
Iskandar menyebutkan, para kori dan koriah kotawisata tersebut telah mengikuti persiapan sejak berakhirnya MTQ ke-34 tahun 2011. Mereka direkrut dari seleksi melalui MTQ tingkat kecamatan dan kota ditambah eks kafilah MTQ 2011. Lalu, mereka mengikuti training center (TC) tiga tahap masing-masing tahap I 2-4 April, tahap II 28-30 Juni dan tahap III (pemantapan) 3-6 Nopember.

Dengan persiapan dua tahun itu, Iskandar optimis Bukittinggi bisa memperbaiki peringkat pada MTQ tahun ini. Pada MTQ 2011, Bukittinggi mengikutkan 19 kori dan koriah dan harus puas pada peringkat ke-19 dari 19 kabupaten dan kota. “Tahun ini, kita yakin bisa melepaskan diri dari posisi juru kunci dan berharap bisa masuk lima besar,” tutur Iskandar.

Seluruh kafilah tersebut notabenenya Bukittinggi dan sekitar. Artinya mereka ada hubungan dengan Bukittinggi. Misalnya domisili di wilayah sekitar, tapi sekolah di Bukittinggi. Atau tinggal di wilayah sekitar tapi punya hubungan kekeluargaan di Bukittinggi. “Sama sekali tidak ada kori dan koriah yang kita rental, semuanya murni Bukittinggi,” tegas Iskandar.

Tags:

Program Bedah Rumah, Pemko Anggarkan Rp 1 Miliar

Pemko Bukittinggi akan terus memberi perhatian pada masyarakat bergolongan ekonomi lemah. Salah satunya berupa program bedah rumah yakni membantu membangun rumah warga kurang mampu. Program bedah rumah ini telah dikucurkan sejak 2009. Pada tahun ini Pemko Bukittinggi berencana membantu membangun 17 rumah dengan dana sebesar Rp 340 juta, atau masing-masing rumah warga yang dibantu menerima Rp 20 juta, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 15 juta. Total dana APBD yang dikucurkan untuk program bedah rumah dari 2009 hingga rampung 2012 itu sekitar Rp 1.094.000.000, untuk 66 rumah.

Rinciannya, pada 2009 ada 16 rumah yang dibantu dengan dana Rp 240 juta, pada 2010 sebanyak 22 tempat tinggal dengan dana Rp 329 juta, tahun 2011 sebanyak 11 dengan dana Rp 185 juta dan 17 rumah untuk tahun ini. “Program bedah rumah ini telah kami laksanakan sejak 2009 lalu dan terus berlanjut sekarang,” kata Walikota H. Ismet Amzis, SH, Jumat (15/06) siang di Lakuang, Lapau Batu, Kelurahan Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguk Panjang. Kehadiran Wako di tempat ini dalam rangka bedah rumah milik dua warga setempat. Salah satunya membantu membangun rumah Gusni Yeneti (40), buruh beranak dua.

Walikota bersama Ketua DPRD Rahmat Aris kemudian secara simbolis melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah Gusni. Menurut Wako, bantuan sebesar Rp 20 juta itu merupakan dana stimulan. Diakui Ismet, dana sebesar tersebut tidak cukup untuk membangun sebuah rumah. Warga setempat diharapkan untuk ikut berpartisipasi membantu pembangunan rumah sehingga bisa rampung sesuai dengan yang diinginkan. Yang diharapkan adalah adalah rasa kebersamaan antarwarga.

Gusni mengaku terharu dengan bantuan tersebut. Ia berharap rumah miliknya itu dapat rampung menjelang Idul Fitri nanti. Ia berencana membangun rumah dengan ukuran 6 X 7 meter dengan dua kamar. Ibu dua anak itu selama ini mengaku kerja serabutan untuk menmghidupi dua anaknya. Ia mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diterimanya tersebut. Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten II Ismail, Kabag Kesra Rispayanto, Camat Guguk Panjang Joni Feri, para lurah kecamatan setempat, tokoh LPM dan pemuka masyarakat setempat.

Tags:

Ikut LKS Tingkat Nasional, Wako Lepas Keberangkatan Dua Siswa SMKN 2

Walikota H. Ismet Amzis, SH melepas keberangkatan dua siswa SMKN 2 yang bakal ikut lomba ketrampilan siswa tingkat nasional di Bandung, Jawa Barat pada 18-23 Juni ini. Dua siswa tersebut adalah Devi Wulandari (16) dari jurusan marketing dan Ramadiansyah (17) dari jurusan akuntansi, keduanya masih duduk di kelas sebelas. Keduanya terpilih mewakili Sumatra Barat setelah memenangkan seleksi tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

Devi dan Ramadiansyah didampingi oleh Kepala SMKN 2 Yevri Fuadi serta guru pembimbing mereka Leli Jusmayenti dan Yarnis. Mereka diterima Wako di ruang kerjanya di Balaikota, Bukit Gulai Bancah, Jumat (15/06) siang.

Yevri Fuadi menjelaskan pihaknya cukup lama mempersiapkan para siswanya yakni lebih satu bulan. Mereka sebelumnya berhasil menang seleksi sekolah pada April lalu, setelah itu juga menang di tingkat kota dan selanjutnya juga terpilih sebagai yang terbaik di tingkat provinsi akhir Mei silam. Menurut dia, dua siswa SMKN 2 ini termasuk dalam 30 orang siswa yang dikirim oleh provinsi ke lomba LKS tingkat nasional itu.

Leli menjelaskan pada lomba nanti, para peserta akan diuji dengan sejumlah materi, baik berupa materi, teori maupun presentasi. Ia berharap para anak didiknya mampu mencetak prestasi di Bandung nanti. “Keduanya memang siswa berprestasi di sekolah kami,” ujarnya. Baik Devi dan Rama juga punya harapan senada. “Semoga kami bisa melakukan yang terbaik, mengharumkan nama sekolah kami dan kota kita,” harap Devi.

Tags:

Rismal Hadi Masuk Nominasi Camat Terbaik Sumbar

Camat Aur Birugo Tigo Baleh Rismal Hadi,S.STP, M.Si masuk dalam nominasi kompetensi camat tingkat Provinsi Sumatra Barat. Rismal Hadi akan bersaing menjadi camat terbaik dengan enam camat lainnya. Sekaitan dengan itu, tim juri kompetensi camat provinsi melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Camat ABTB, Tabek Gadang, Selasa (8/05) siang untuk melakukan penilaian.

Tim penilai provinsi dipimpin oleh Rusdi Lubis, beranggotakan Rusdi Jabar dan Sultani Wirman, ketiganya mantan birokrat yang sudah banyak makan asam garam dunia pemerintahan.

Hadir dalam penilaian tersebut Walikota H. Ismet Amzis, SH, unsur Muspida, Wakil Walikota Harma Zaldi, Sekdako Yuen Karnova, para asisten, sejumlah pimpinan SKPD yang terkait, camat se-Bukittinggi, para lurah ABTB, ninik mamak, alim ulama, serta para tokoh masyarakat.

Rusdi Lubis menjelaskan yang dinilai adalah kompetensi camat tersebut. “Kami menilai kemampuan camat,” kata Rusdi. Camat diingatkan untuk bekerja kreatif, inovatif dan memiliki visi selaku pimpinan pemerintahan maupun pimpinan masyarakat di wilayahnya. “Mereka harus punya kemampuan koordinasi, punya kompetensi sebagai pelayan masyarakat dan dalam memberdayakan masyarakat,” paparnya.

Rismal Hadi menjelaskan pihaknya sudah menerapkan sistem pelayanan administrasi terpadu kecamatan atau PATEN dalam melayani masyarakat. Pihaknya juga memperhatikan karakteristik delapan kelurahan yang ada di Kecamatan ABTB sebagai basis pembangunan berbasis kelurahan. Potensi masing-masing kelurahan dipetakan, lalu dikembangkan lebih lanjut. Misalnya Kelurahan Aur Kuning dikembangkan untuk PKK percontohan karena perkumpulan ini juara PKK se-Sumbar. Ia mengakui selama menjabat sebagai camat dalam satu tahun empat bulan, dirinya belum banyak berbuat. Ia pun memberi apresiasi atas masuknya namanya dalam nominasi camat terbaik di provinsi ini.

“Kami tidak pernah membayangkan akan masuk nominasi. Kami sangat terharu karena apa yang kami lakukan semua adalah demi masyarakat,” ujar Rismal berkaca-kaca.

Sementara Ismet menjelaskan Kecamatan ABTB termasuk kecamatan yang punya prestasi. “Kemarin (Senin 7/05) Kelurahan Aur Kuning yang dinilai untuk kelurahan berprestasi tingkat provinsi,” Wako mengingatkan. Seingat Ismet masih ada tiga lomba tingkat provinsi lagi yang diwakili jajaran Kecamatan ABTB, antara lain lomba kader Posyandu terintegrasi yang diwakili Posyandu Dahlia, dan lomba masjid teladan dan KUA teladan melalui Masjid Jami Tigo Baleh. Wako pun berharap Rismal berhasil mencetak prestasi yang membanggakan

Tags:

KOTA SURAKARTA PEMINDAHAN PKL BUTUH WAKTU DUA TAHUN

KOTA SURAKARTA ATAU YANG LEBIH DI KENAL DENGAN SOLO MERUPAKAN SALAH SATU KOTA PERDAGANGAN YANG ADA DIJAWA DENGAN ,KOTA PERDAGANGAN TIDAK LEPAS DENGAN MASALAH KAKI LIMA BEGITU JUGA DISINI LEBIH KURANG 965 PEDAGANG KAKI LIMA DI DAERAH SURAKARTA TELAH BERHASIL DIPINDAHKAN KE LOKASI KHUSUS PKL OLEH PEMKO SETEMPAT PROSES INI TIDAK BERJALAN MUDAH. BEBERAPA DINAS PUN TURUTDIBERI TANGGUNG JAWAB UNTUK MELAKUKAN PENDEKATAN DAN PENDATAAN TEHADAP JUMLAH PKL SALAH SATUNYA DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURAKARTA STAFF TERKAIT MENJELASKAN BAHWA PROSES PEMINDAHAN DIAWALI DENGAN PENDEKATAN DAN SOSIALISASI HINGGA 58 KALI PROSES RELOKASI SENDIRI BERJALAN LEBIH KURANG 2 TAHUN DAN PELAKSANAANYA PUN BUKAN TANPA HAMBATAN NAMUN DENGAN KESUNGGUHAN DAN KETEGASAN SERTA BEBERAPA STRATEGI KHUSUS DARI KEPALA PEMERINTAHAN SETEMPAT AKHIRNYA PARA PKL DAPAT DIPINDAHKAN KATA SUDIYATNO KABID PERSAMPAHAN DKP SURAKARTA
HAL INI DAPAT MENJADAI TELADAN BAGI DAERAH LAINNYA TERMASUK KOTA UNTUK MEMINDAHKAN PEDAGANG KAKI LIMA ITU PERLU SOSIALISAI DAN PEDEKATAN SEHINGGA ADA KESADARAN DARI PKL SENDIRI UNTUK PINDAH , KARENA SEBELUM DIPINDAH KAN PEDAGANG HARUS DI BERIKAN PENGERTIAN DAN TEMPAT PEMINDAHAN YANG PASTI

Tags:

MENAPAKI JEJAK SYAFRUDDIN PRAWIRA NEGARA EPS 2

JOGJA- METRISON
HARI PERTAMA KUNJUNGAN STUDI BANDING DENGAN TEMA “MENAPAKI JEJAK SYAFRUDDIN PRAWIRANEGARA” YANG DI IKUTI OLEH SEBANYAK 28 WARTAWAN DAN DIDAMPINGI STAFF HUMAS PEMKO BUIKITTINGGI DIMULAI DI AWALI MENGUJUNGI BALAI ARKEOLOGI YOGYAKART PERTEMUAN DENGAN PARA PENILITI BERBAGAI BIDANG SEJARAH DI BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA DALAM PERTEMUAN TERSEBUT KEPALA BALAI ARKEOLOGI YOGYAKARTA SISWANTO MENGUNGKAPKAN UNTUK LEBIH MEJELASKAN TENTANG SEJARAH INI PERLU MELAKUKAN SEMINAR NASIONAL DENGAN MENGUDANG PAKAR UNTUK MENCARI MASUKAN DARI PARA PAKAR UNTUK MENGUNGKAP SEJARAH PDRI MENJADI LEBIH JELAS TERMASUK MENGUMPULKAN BUKTI – BUKTI SEJARAH TERSEBUT
SETELAH ITU ROMBONGAN KEMBALI MELANJUTKAN KUNJUNGAN KE MONUMEN JOGJA KEMBALI YANG MANA HAL INI DILAKUKAN UNTUK MELIHAT BAGAIMANA BENTUK SALAH SATU MONUMEN BUKTI SEJARAH YOGYAKARTA YANG PERNAH MENJADI IBUKOTA NEGARA INDONESIA DAN HAL TERSEBUT MENJADI SEBUAH PELAJARAN BAGI BUKITTINGGI SEBAGAI SLAH SATU KOTA YANG JUGA PERNAH MENJADI IBUKOTA NEGARA RI.
STUDI BANDING HARI PERTAMA INI DITUTUP DENGAN KUNJUNGAN KE CANDI BOROBUDUR SEBAGAI SALAH SATU PENINGGALAN SEJARAH DAN MENJADI SALAH SATU DARI TUJUH KEAJAIBAN DUNIA DIMANA DI CANDI BOROBUR SEDANG DILAKUKAN KEGIATAN KAPANYE BOROBUDUR BERSIH UNTUK MENJAGA CANDI BOROBUDUR TETAP BERSIH , KAPANYE INI DILAKUKAN OLEH PARA PELAJAR INDONESIA DAN JUGA DI BANDU OLEH BERBAGAI PELAJAR DARI NEGARA JEPANG , BRASIL , ITALI. DALAM KEGIATAN PARA PELAJAR MENGHIBAU KEPADA PENGUNJUNG UNTUK TIDAK MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN DAN MENJAGA KEBERSIHAN BOROBUDUR.SEDANGKAN UNTUK PARA TAMU YANG AKAN AKAN MASUK KE ARENA BOROBUDUR WAJIB MEMAKAI SARUNG BATIK YANG MERUPAKAN CIRI HAS ORANG JAWA DAN SUDAH DISEDIA KAN OLEH PELAJAR INI SECARA GRATIS.

Tags:

MENAPAKI JEJAK SYAFRUDDIN PRAWIRA NEGARA EPS 1

SEBANYAK 26 WARTAWAN DARI MASING-MASING MEDIA YANG ADA DI KOTA BUKITTINGGI MELAKUKAN KUNJUNGAN KE BEBERAPA DAERAH DI PULAU JAWA PERJALANAN KALI INI MENGANGKAT TEMA MENAPAKI JEJAK SYAFRUDDIN PRAWIRA NEGARA.
HARI PERTAMA ROMBONGAN BERANGKAT DARI BUKITTINGGI DAN SAMPAI DI BANDARA INTERNASIONAL MINANGKABAU PADANG PADA HARI MINGGU PUKUL SETENGAH 8 PAGI
SELANJUTNYA ROMBONGAN BERANGKAT MENUJU DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MELALUI TRANSIT BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO –HATTA JAKARTA . DIBANDARA SOEKARNO HATTA ROMBONGAN TERPAKSA MENUNGGU LEBIH KURANG 3 JAM KARNA PESAWAT TERLABAT . SEMENTARA SELAMA PERJALANAN ROMBONGAN DISAMBUT BEBERAPA GUNUNG BERAPI YANG MENJADI PEMANDANGAN DI ATAS PESAWAT MULAI DARI GUNUNG TALANG DI KABUPATEN SOLOK , GUNUNG KERINCI JAMBI , SERTA GUNUNG MERAPI DI JOGJA KARTA . MENJELANG MENDARAT DI BANDARA ADI SUCIPTO JOGJA TERLIHAT DARI UDARA BEKAS BANJIR LAHAR DINGIN MERUSAK LAHAN PERTANIAN YANG DI LALUINYA
ROMBONGAN TIBA DI BANDAR UDARA ADI SUCIPTO PADA PUKUL SETENGAH LIMA SORE MENURUT RENCANA HARI SENIN INI AKAN DILAKUKAN KUNJUNGAN KE MONUMEN JOJA KEMBALI DAN CANDIBOROBUDUR.

Tags:

Gamawan Hadiri Seminar PDRI Am Fatwa-Fadli Zon Pembicara

Mendagri Gamawan Fauzi akan menghadiri seminar mengenang Satu Abad Mr Syafruddin Prawiranegara” di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sabtu (2/4) ini. Seminar yang mengangkat topik “Makna PDRI dalam Revolusi Indonesia” ini, digelar Panitia Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara bekerjasama dengan Yayasan Peduli Peristiwa PDRI 1948-1949.

Ketua Yayasan Peduli Peristiwa PDRI 1948-1948 H Thamrin Manan mengatakan, selain dihadiri Mendagri Gamawan Fauzi, seminar juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan tokoh Sumbar. Diantaranya adalah Am Fatwa, Fadli Zon, Mestika Zed, Nina Lubis, Ismail Hasan, Farid Prawiranegara dan Irwan Prayitno.

“Seminar nasional Satu Abad Mr Syafruddin Prawiranegara digelar untuk mengingatkan masyarakat, tentang peranan Syafrudin yang sangat penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Thamrin Manan dalam siaran pers yang dikirim Jum’at (1/4) malam.

Ketua Umum Panitia Seminar Nasional Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara di Bukittingi, Nurberita Ben Yuza menambahkan, seminar nasional yang bertujuan untuk meningkatkan semangat juang generasi muda, akan dihadiri para kepala daerah dan ketua DPRD di Sumbar.

“Selain itu juga akan hadir sebagai peserta, guru-guru sejarah di Sumatera Barat, mahasiswa dan para siswa dari seluruh SMA, ” ujar Ben Yuza didampingi didampingi Sekretaris Umum Panitia Ferizal Ridwan.

Menurut Ferizal Ridwan, seminar di Bukittinggi merupakan satu dari tiga kegiatan yang digelar Panitia Peringatan Satu Abad Mr Syafrudin Prawiranegara di Sumatera Barat. Seminar di Bukittinggi merupakan kegiatan pertama. Selanjutnya, akan digelar pula seminar di aula Politeknik Pertanian Unand, Tanjungpati, Kabupaten Limapuluh Kota, tanggal 23 April 2011.

Seminar di Limapuluh Kota, juga menghadirkan sejumlah pembicara. Diantaranya sejarawan Anhar Gongong dan Mestika Zed, ekonom Aslim Tajudin, Romeo Rissal Pandjialam, dan Iramadi Irdja. Selain itu juga akan tampil sebagai pembicara, Wagub Sumbar Muslim Kasim, Bupati Limapuluh Kota Alis Marajo, Walikota Payakumbuh Josrizal Zain, Am Fatwa dan Fadli Zon.

“Selain seminar, kita juga menggelar sayembera penulisan esai Mengenang 100 tahun Mr Syafrudin Prawiranegara,” ujar Ferizal Ridwan kepada wartawan tadi malam.

Tags:

7 Etape TDS, Siap dilaksanakan

Jajaran Disbudpar mengadakan rapat dalam rangka persiapan lomba balap sepeda Internasional Tour de Singkarak (TDS) 2011 di Balaikota, Bukit Gulai Bancah, Rabu (30/03). Rapat itu dihadiri oleh Wakil Walikota Harma Zaldi serta sejumlah SKPD terkait yakni Dishub, Dinas Pasar, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas PU, PDAM, DKP dan ikut juga perwakilan dari Polresta Bukittinggi.

Rapat membahas tentang persiapan pelaksanaan TDS yang akan digelar 6 -12 Juni 2011 mendatang. Kadisbudpar Juni Amri selaku pemimpin rapat menjelaskan bahwa TDS kali ini ingin lebih ditingkatkan lagi dari tahun sebelumnya, mulai dari team peserta, jumlah etape dan daerah yang dilalui rute hingga peningkatan kualitas jalan yang akan dilalui event tahunan itu. Juni juga berniat mendatangkan team balap sepeda dari Eropa, Amerika, Australia dan Asia.

Rencananya lomba Balap sepeda tersebut akan diadakan dalam waktu 10 hari dengan jumlah 7 etape dan total jarak tempuh 818,5 km. Ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya berlangsung selama 9 hari dengan 6 etape dan total jarak 551,7 Km. Adapun tahun ini ada 12 kabupaten/kota yang ikut terlibat dalam lomba ini yakni Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten PadangPariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota. Atau meningkat dibanding tahun lalu yang 10 kabupaten/kota yang berpartisipasi.

Roni Falian selaku Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Bukittinggi (PHRI) menjelaskan bahwa organisasinya siap mendukung pelaksanaan event tahunan tersebut. Dengan menyediakan fasilitas penginapan yang representatif untuk para tamu undangan.

Wawako, Harma Zaldi menjelaskan pihaknya siap seratus persen untuk melaksanakan TDS itu, mulai dari pelayanan, pengamanan dan penginapan. Para tamu dan undangan diharapkan nantinya bisa menikmati kebudayaan minang serta bisa menikmati kuliner daerah ditempat – tempat pilihan.

Kemdiknas akan Canangkan Gerakan Nasional PAUD

Pemerintah pusat memberi perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini atau PAUD. Sebagai bukti keseriusan terhadap pengelolaan PAUD, tahun ini Kementerian Pendidikan Nasional akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Pencanangan gerakan nasional ini akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 20 Mei mendatang.

Dr. Erman Syamsuddin, SH, M.Pd, Direktur Pembinaan PAUD Kementerian Pendidikan Nasional Jakarta, menjelaskan hal tersebut pekan lalu saat menjadi narasumber utama dalam seminar tentang PAUD bertajuk Menuju SDM yang Berkualitas dan Berakhak Mulia di aula Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Gulai Bancah.

Erman Syamsuddin menuturkan kemungkinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sendiri yang akan mencanangkan gerakan nasional paudisasi ini. Rencana pengembangan PAUD ini dimulai tahun 2011 ini hingga 2045 mendatang, tahun yang bertepatan dengan seratus tahun Indonesia merdeka.

Diharapkan dengan pembenahan mutu dan standarisasi PAUD ini, anak-anak yang saat ini notabene baru berusia 0-6 tahun ini, akan menjadi manusia Indonesia yang kompeten dan berkualitas pada tiga puluh tahun mendatang. “Tahun 2045 itu diharapkan Indonesia sudah berada pada posisi enam besar dunia,” Erman mengatakan.

Wakil Walikota Harma Zaldi yang membuka seminar itu memaparkan pentingnya seminar PAUD ini. Pembinaan memang dimulai sejak anak dalam kandungan sampai dewasa. Bila anak sudah mencapai usia dewasa, tidak mungkin lagi mengubah perilaku mereka. “Tapi kita bisa mengubah perilaku anak yang masih kecil. Inilah mengapa seminar ini penting,” Harma menekankan.

Selain Erman, seminar ini juga menghadirkan narasumber pemerhati anak Rahmi Yetti, Kepala Disdikpora Ellia Makmur, Dr. Gusnawirta Fasli, M.Pd, dan Hj. Nevi Irwan Prayitno selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumbar. Serta Kabid PAUD dan PLS Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi. Seminar ini diikuti seluruh pemerhati dan penggiat PAUD dari seluruh kabupaten/kota di Sumbar, kecuali Mentawai